Showing posts with label Tips for Healthy. Show all posts
Showing posts with label Tips for Healthy. Show all posts

Wednesday, September 25, 2013

Turunkan Berat Badan dengan Latihan Yoga

Latihan yoga secara aktif dengan menjalankan program makan sehat dapat menurunkan berat badan Anda menjadi ideal. Yoga bukan hanya berguna untuk memperbaiki mood dan mengurangi stres tetapi juga dapat membuat tubuh Anda lebih kuat, mengencangkan otot, merampingkan tubuh bahkan membentuknya lebih seksi.

Warrior II
Berdiri dengan kedua kaki lurus dan terbuka lebar. Lalu buka kaki kiri ke belakang tubuh, sejauh yang kita mampu. Tekuk lutut kanan dan pastikan kaki kanan menghadap ke depan. Pastikan juga kaki kiri menghadap ke depan. Rentangkan kedua tangan ke samping tubuh. Tahan selama 5 sampai 10 kali tarikan dan hembusan napas.

Boat
Duduk dengan kedua lutut ditekuk dan telapak kaki menempel di lantai. Kemudian condongkan tubuh ke belakang dan angkat kaki dari lantai. Luruskan kedua kaki sehingga tubuh membentuk huruf V. Posisi kedua tangan lurus ke depan dan sejajar dengan lantai. Seimbangkan tubuh di atas duduk, dan arahkan pandangan mata ke depan. Tahan selama 5 sampai 10 kali tarikan dan hembusan nafas, dan ulangi gerakan ini 2-5 kali.

Side Reach
Awali dengan posisi Warrior II, tempatkan tangan kanan di atas paha kanan dan luruskan tangan kiri di atas kepala, luruskan tulang belakang.

Tree pose
Letakkan kaki kiri pada paha kanan bagian dalam. Ingat, jangan diletakan di lutut. Karena akan membuat Anda sakit. Kemudian angkat rusuk sehingga belakang seolah memanjang. Lalu buat kedua tangan mengambil posisi seperti berdoa. Tahan beberapa saat, dan ulangi untuk kaki kanan.

Thursday, September 19, 2013

Teknik Yoga untuk Meningkatkan Kesehatan Jantung

Anda bisa melakukan Vinyasa yang dirancang untuk menghasilkan panas dan meningkatkan denyut jantung dalam seri gerakan berdiri, memutar, dan membakar. Anda bisa melakukan latihan ini selama 90 menit untuk membakar lemak di tubuh. Teknik bernapas yoga bisa dilakukan dengan dua cara yakni menarik dan menghembuskan napas perlahan melalui hidung. Teknik ini disinyalir dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Anda bisa melakukan latihan ini secara rutin 3-6 kali seminggu. Dimulai dengan Sun Salutation, kemudian lanjutkan dengan salah satu gerakan lainnya. Berikan jeda di setiap gerakan dengan rangkaian gerakan Plank, Chaturanga, UpwardFacing Dog, dan Downward-Facing Dog.
  1. Berdiri tegak dalam pose Mountain, punggung lurus dengan kedua kaki rapat dan kedua tangan berada di sisi tubuh. Tarik napas dengan kedua tangan diangkat ke atas kepala. Lalu embuskan napas, bungkukkan tubuh hingga wajah di depan lutut dan kedua tangan menyentuh lantai. Jika tangan tidak menyentuh lantai, tekuk sedikit kedua lutut. 
  2. Selanjutnya, tarik napas dan angkat kepala serta dada 45 derajat, arahkan pandangan ke depan dengan ke dua kaki tetap menempel di atas lantai. Hembuskan napas, langkahkan kedua kaki ke belakang menjadi pose Plank. Telapak tangan menempel di lantai dan kedua tangan sejajar bahu. Jaga agar bahu, punggung, kaki dapat membentuk garis lurus. 
  3. Kemudian, tekuk siku turunkan tubuh seperti push up. Tahan siku di samping tubuh. Tarik nafas, luruskan jari-jari kaki ke belakang. Bertumpu pada kedua tangan, angkat dada ke posisi Upward-Facing Dog. 
  4. Hembuskan napas dan putar telapak kaki ke depan hingga menjejak lantai. Dengan bertumpu pada kedua tangan, angkat pinggul ke atas ke posisi Downward-Facing Dog. 
  5. Tarik dan hembuskan napas 5 kali saat berada di posisi Downward-Facing Dog. Tarik napas, arahkan pandangan mata ke depan, geser kedua tangan ke arah dalam (kedua kaki), dan tekuk kedua lutut. Hembuskan napas ketika posisi tangan telah berada tepat di depan kaki. Tarik napas sambil mengangkat dada sedikit. 
  6. Kembali hembuskan napas dan bungkukkan tubuh ke depan dan rapatkan kedua kaki. Tarik napas sambil mengangkat kedua tangan ke samping. Angkat tubuh menuju posisi berdiri, dan kedua tangan diluruskan ke atas kepala. Terakhir, embuskan napas ketika Anda kembali ke pose Mountain. Ulangi kembali teknik ini sebanyak 2-5 kali.

Friday, September 6, 2013

Mengenal Penyakit Liver, Gejala dan Tips Pencegahannya

Hati atau Liver adalah organ tubuh yang sangat penting, Hati tidak bedanya dengan jantung, harus kita jaga dan rawat karena perannya yang penting bagi tubuh kita. Berikut ini kami tuliskan artikel yang berhubungan dengan liver. Untuk Anda yang masih bingung dengan apa itu liver? Bagaimana gejala penyakit liver? Bagaimana cara pencegahannya secara dini? Yuk, kita ikuti artikel berikut ini.

Hati, organ yang terletak pada sebelah bawah kanan tulang rusuk ini mempunyai fungsi bermacam-macam, yaitu sebagai tempat pembentukan plasma darah dan zat pembeku darah, sebagai tempat penyimpanan zatzat mineral, seperti zat besi, kalium dan tembaga, penyimpan cadangan air, serta tempat pembakaran gula dan pembentukan kolesterol. Hati juga mengubah lemak menjadi asam lemak. Zat-zat racun yang masuk dari luar tubuh maupun yang terbentuk di dalam tubuh akan dibuang ke hati bersama-sama cairan empedu menuju usus.

Orang awam mengenal penyakit liver adalah penyakit yang berhubungan dengan hati atau bisa juga disebut hepatitis. Seperti yang kita ketahui bahwa hepatitis atau penyakit liver adalah peradangan pada hati. Ini bisa terjadi karena mengkonsumsi toxin yang terbawa oleh makanan, obat-obatan yang banyak mengandung bahan kimia, atau disebabkan oleh suatu virus atau keracunan.

Gejala penyakit liver
Jika penyakit liver sudah masuk ke tahap yang serius, maka akan menyebabkan terjadinya pendarahan apabila hati kita sudah tidak berfungsi lagi. Lalu sel darah merah pun otomatis akan semakin berkurang yang akibat fungsi hati yang sudah tidak lancar lagi. Untuk itu, agar penyakit liver tidak menyerang kita, maka kita harus sejak dini mencegahnya dengan cara mengenali gejala penyakit liver. Apa saja gejalanya?
  • Yang pertama, kulit dan selaput mata akan berubah warna menjadi kuning. Gejala ini biasa dikenal sebagai penyakit kuning. Warna kuning tersebut disebabkan oleh cairan empedu yang berlebihan dalam kadar darah.
  • Kedua, mual dan muntah adalah gejala penyakit liver yang umum terjadi, tetapi gejala ini sulit dibedakan dengan gejala penyakit lain karena pada awal kehamilan pun wanita akan cenderung mengalami mual ataupun muntah.
  • Ketiga, mudah lelah dan tubuh terasa lemah. Biasanya hal ini disertai dengan terjadi penurunan berat badan yang cukup signifikan.
  • Keempat, mengalami diare untuk jangka waktu tertentu tanpa sebab yang pasti dan biasanya warna feses pada penderita liver cenderung berwarna pucat.
  • Kelima, nafsu makan semakin menurun sehingga metabolisme tubuh terhambat. Hal ini akan berakibat pada semakin menurunnya berat badan.
Adapun gejala-gejala lainnya seperti pegal-pegal pada otot dan terasa sakit kalau melakukan aktifitas. Dan bagian kanan atas perut akan terasa nyeri.

Pencegahan Dini
Penyakit liver dapat disebabkan oleh virus yang dikenal dengan penyakit hepatitis A, hepatitis B, atau hepatitis non A dan non-B. Selain itu, penyakit liver dapat pula berasal dari pola konsumsi makanan yang salah atau zat-zat kimia yang terkandung dalam obat seperti antibiotika, parasetamol, dan obat-obatan yang dikonsumsi oleh ayam potong yang kemudian di konsumsi manusia dalam bentuk hidangan fast food.

Zat-zat polutan tersebut akan disimpan secara akumulatif dalam hati dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan sirosis hati. Minuman beralkohol dapat juga menimbulkan sirosis hati setelah di konsumsi dalam waktu yang lama. Selain terhadap hati, alkohol juga dapat menyerang otot-otot jantung dan otak.

Penderita gangguan liver dianjurkan makan makanan yang dikukus atau direbus dan menghindari goreng-gorengan, karena lemak dapat merangsang hati untuk bekerja keras dalam kondisi sakit. Juga perlu dihindari masakan yang terlalu banyak mengandung cuka, lengkuas, cabai, bawang, dan rempah-rempah, seperti merica, pala, dan ketumbar karena bahan-bahan tersebut dapat merangsang lambung, dan secara refleks hati menjadi nyeri. Perbandingan makanan yang mengandung lemak, protein, dan karbohidrat adalah 1:1:5.

Bagian Kedua: Beberapa tips yang harus diperhatikan agar tidak terserang penyakit

Thursday, August 29, 2013

Manfaat olah raga dan sinar matahari bagi penderita TBC

Tidak dapat dipungkiri, bahwa olahraga merupakan cara terbaik untuk mendapatkan tubuh sehat. Hal itu berlaku pada semua orang, tidak terkecuali para penderita penyakit paru atau paru kronis. Walaupun orang yang menderita penyakit paru kronis kebanyakan bertubuh kurus dan lemah karena fungsi paru-parunya sudah tidak lagi maksimal, olahraga tetap diperlukan sebagai penunjang pengobatan.

Penderita penyakit paru atau paru kronis memang dapat merasakan keterbatasannya dalam melakukan beberapa aktivitas. Keterbatasan tersebut dirasakan dalam bentuk sesak napas atau rasa tidak nyaman pada pernapasan, penderita juga dapat merasakan kelelahan ototnya, hingga pada stadium lanjut penderita tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari dan selalu memerlukan pertolongan orang lain.

Ada perawatan penderita penyakit paru yang seharusnya dilakukan secara komprehensif sehingga dapat menurunkan angka mortalitas, dan dapat menangani penderita sesuai dengan derajat fungsionalnya, sehingga penderita dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan tidak menimbulkan rasa rendah diri. Dalam rangka perawatan inilah peranan olahraga bagi penderita penyakit paru atau paru kronis sangat penting artinya.

Olahraga yang tepat dan teratur akan meningkatkan kerja otot, sehingga otot akan menjadi lebih kuat termasuk otot pernapasan. Dengan olahraga, terjadi peningkatan kesegaran jasmani dan ketahanan fisik yang optimal bagi penderita dalam melakukan kegiatan sehari-harinya, karena pada saat olahraga terjadi kerja sama berbagai otot tubuh yang ditandai oleh perubahan kekuatan otot, kelenturan otot, kecepatan reaksi, ketangkasan, koordinasi gerakan, dan daya tahan sistem kardiorespirasi (kesanggupan sistem jantung, paru, dan pembuluh darah untuk berfungsi secara optimal).

Kesegaran jasmani dalam hal ini adalah kesanggupan tubuh melakukan penyesuaian terhadap beban fisik yang diberikan kepadanya. Kerja fisik tersebut bisa berupa pekerjaan yang dilakukan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berlebihan. Sebaliknya olahraga yang tidak terprogram dengan baik akan menimbulkan masalah bagi si penderita, bahkan dapat timbul komplikasi yang fatal.

Olahraga atau paling tidak melakukan latihan jasmani pada penderita penyakit paru ditujukan untuk meningkatkan otot pernapasan bagi penderita yang mengalami kelelahan pada otot pernapasannya, sehingga tidak dapat menghasilkan tekanan inspirasi yang cukup untuk melakukan ventilasi maksimum yang dibutuhkan.

Bentuk olahraga di rumah dapat berupa latihan dinamik dan menggunakan otot secara ritmis, misalnya berjalan, jogging, atau bersepeda. Program olahraga setiap harinya dilakukan 15-30 menit, selama 4-7 hari setiap minggu. Jenis olahraga diubah setiap hari. Ada baiknya mencatat pemeriksaan denyut nadi dan lama latihan, terlebih jika ada keluhan subjektif sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter. Pernyataan keberhasilan olahraga oleh penderita lebih penting daripada hasil pemeriksaan subyektif atau obyektif.

Dengan melakukan program olahraga yang baik, maka hasil akhir yang seharusnya dapat dicapai adalah kemampuan penderita untuk melakukan olahraga yang maksimal, mengurangi pemberian obat-obatan, memperbaiki emosi, bekerja secara optimal, dan memperbaiki sosial ekonomi.

Kemampuan tersebut diatas dapat dibuktikan dengan meningkatnya toleransi terhadap olahraga, berkurangnya kekambuhan, menurunnya depresi atau kecemasan, perbaikan fungsi paru, dan menurunnya risiko kematian 'sebelum waktunya'.

Berjemur Sembuhkan Penyakit Tuberculosis
Selain berolahraga, rupanya sinar matahari juga tidak kalah pentingnya bagi penderita penyakit paru atau paru kronis. Sinar matahari juga memiliki peran dalam proses penyembuhan penyakit Tuberculosis atau TBC.

Para ilmuwan dari Inggris melakukan penelitian mengenai hal tersebut dan menemukan bahwa pemberian vitamin D yang tinggi, dibuat oleh tubuh saat kita terpapar sinar matahari. Jika hal ini dilakukan bersama dengan mengkonsumsi antibiotik, maka akan membantu pasien penyakit paru dapat sembuh lebih cepat.

Kadar vitamin D yang tinggi akan mengurangi respon peradangan tubuh terhadap infeksi sehingga efek kerusakan pada paru pun ikut berkurang.

Penelitian juga menunjukkan, jika vitamin D punya kemampuan untuk mengurangi respon peradangan tanpa mengganggu kerja antibiotik. Maka akan sangat membantu proses kesembuhan pasien yang mendapat terapi antibiotik seperti radang paru, sepsis, dan penyakit paru lainnya.

Riset juga menemukan, Mycobacterium Tuberkulosis, bakteri penyebab TBC, yang berasal dari dahak pasien lebih cepat bersih jika pasien mendapatkan cukup vitamin D.

Dari hasil penelitian tersebut diharapkan bisa membantu para ilmuwan untuk menemukan terapi baru yang lebih efektif dalam mengatasi TBC, mengingat saat ini kasus bakteri yang kebal obat semakin banyak.

Monday, August 26, 2013

Melindungi dari TBC untuk diri dan orang lain

Mencegah lebih baik daripada mengobati, sepertinya hal tersebut perlu diperhatikan dalam penyakit TBC ini. Bagi mereka yang berada di dekat penderita TBC, sebaiknya memperhatikan beberapa hal agar tidak ikut tertular:
  • Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.
  • Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, dan berolahraga.
  • Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita.
Bagi mereka yang memiliki TBC aktif, yang perlu dicatat adalah menjaga kuman dari diri sendiri. Hal ini biasanya memakan waktu beberapa minggu pengobatan dengan obat TBC sebelum tidak menular lagi. Berikut ada beberapa langkah untuk membantu menjaga dan sebagai pencegahan penyakit TBC kepada teman dan keluarga dari infeksi bakteri :
  • Jangan pergi kerja atau sekolah atau tidur di kamar dengan orang lain selama beberapa minggu pertama pengobatan. Kuman TBC menyebar lebih mudah dalam ruang tertutup kecil, dimana udara tidak bergerak. Jika ventilasi ruangan masih kurang, bukalah jendela dan gunakan kipas untuk meniup udara dalam ruangan luar.
  • Gunakan masker untuk menutup mulut kapan saja ketika didiagnosis TBC. Hal tersebut merupakan langkah pencegahan TBC secara efektif dan jangan lupa untuk membuangnya secara tepat. Meludah pun hendaknya pada tempat tertentu yang sudah diberi desinfektan atau air sabun.
  • Menghindari udara dingin, dan mengusahakan sinar matahari dan udara segar masuk secukupnya ke dalam tempat tidur. Juga biasakan menjemur kasur, bantal, dan tempat tidur terutama pagi hari.
  • Semua barang yang digunakan penderita harus terpisah. Begitu juga ketika mencucinya dan tidak boleh digunakan oleh orang lain. Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembali terkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya.
  • Makanan harus tinggi karbohidrat dan tinggi protein.

Baca juga :
- Anjuran dan Pantangan Makanan untuk Penderita TBC
- Mengantisipasi Ancaman Maut TBC

Mengenal Penyebab Perut Buncit

Pria memiliki hormon yang mempengaruhi berat badan mereka. Itulah mengapa pria cenderung memiliki perut gendut pada usia tertentu.

Perut buncit bagi kebanyakan orang merupakan suatu kendala, karena menyebabkan ketidaksempurnaan penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Bahkan beberapa orang yang berpostur langsing pun, bisa saja memiliki perut yang buncit. Apa penyebabnya?

Selain disebabkan oleh lemak visceral berlebih, perut berlemak atau perut buncit juga disebabkan karena kelebihan kalori dan perubahan hormon. Untuk itu, mulailah menjalani gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara rutin.

Namun ada pula hal-hal lain dan beberapa kebiasaan hidup yang bisa menyebabkan perut membuncit, diantaranya adalah:
  • Alkohol
    Gula dan alkohol, terutama yang terkandung dalam bir, dapat membuat otot Anda kendur. Dari pandangan ilmu gizi, alkohol sangat berbahaya bagi tubuh. Hal ini dikarenakan alkohol mengandung kalori yang tinggi, sama seperti jumlah kalori pada makanan berlemak. Terlepas dari hal itu, ketika Anda meminum alkohol, hati Anda akan bekerja dengan sangat keras untuk menghilangkan alkohol dan menunda untuk menyaring gula. Gula tersebut kemudian akan disimpan tubuh sebagai lemak. Selain itu, alkohol juga dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Tembakau
    Tembakau dapat merusak kerja pencernaan. Jika Anda merokok setelah makan, Anda pasti akan merasa kembung setelahnya. Berhentilah merokok, dan Anda akan mendapatkan manfaat lebih dari sekedar turunnya berat badan.
  • Stres
    Stres dapat mengganggu kerja tubuh dan pencernaan. Stres juga dapat membuat Anda merasa kenyang dan menimbulkan masalah pada kemampuan tubuh dalam menyimpan lemak. Hasilnya perut Anda akan terlihat lebih mengembang. Untuk mengatasi hal tersebut, belajarlah untuk lebih rileks dan bernafas secara perlahan dan dalam.
  • Makanan Cepat Saji
    Jumlah kalori dan lemak dalam makanan cepat saji sangat tinggi. Masalah utama yang akan ditimbulkan oleh makanan cepat saji adalah bahwa makanan tersebut tidak terlalu mengenyangkan, sehingga Anda akan sering merasa lapar. Anda sebaiknya membatasi asupan makanan cepat saji yang Anda makan dan menerapkannya sekali dalam sebulan.
  • Hormon
    Pria memiliki hormon yang mempengaruhi berat badan mereka. Itulah mengapa pria cenderung memiliki perut gendut pada usia tertentu. Di saat pria mulai menyimpan lemak di perut mereka pada usia 40-an, wanita akan menyimpan lemak mereka di paha, bokong, dan pinggul mereka di usia yang lebih awal.
  • Obat Pencahar
    Barangkali Anda terbiasa menggunakan obat-obat laksatif (pencahar) di saat Anda mengalami sembelit. Anda sebaiknya tidak menggunakannya terlalu sering. Penggunaan laksatif secara berlebihan juga dapat mengakibatkan masalah pencernaan. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebelum anda menggunakan obat-obatan laksatif.

Sunday, August 25, 2013

Mengantisipasi Ancaman Maut TBC

TBC merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia karena merupakan penyakit kedua mematikan di dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitan akibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Hasil evaluasi yang dilakukan Joint External Tuberculosis Monitoring Mission (JEMM) menyebutkan, setiap tahun sekitar 300.000 orang terdiagnosis TBC dengan angka kematian mencapai 61.000 orang. Sedangkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, seperti diungkapkan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tjandra Yoga Aditama, angka kematian akibat TB tahun 2001 tercatat 140.000 orang.

Tuberculosis atau yang lebih dikenal dengan sebutan TBC atau TB, adalah penyakit infeksi saluran pernafasan yang disebabkan bakteri. Bakteri ini merupakan bakteri basil yang sangat kuat sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini 90 persen lebih sering menginfeksi organ paru-paru dibandingkan bagian tubuh lain.

Penyebab Infeksi TBC
TBC diakibatkan oleh infeksi kuman mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal, kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan di saluran napas yang keluar ke udara lewat batuk atau bersin dan dihirup oleh orang-orang di sekitarnya. Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggi dan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun, pada mereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerus menghirup udara yang mengandung kuman TBC akibat lingkungan yang buruk, akan lebih mudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang "tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC sering kali muncul tanpa gejala apa pun yang khas, misalnya hanya batuk-batuk ringan sehingga sering diabaikan dan tidak diobati. Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain, dan kuman TBC terus merusak jaringan paru sampai menimbulkan gejala-gejala yang khas saat penyakitnya telah cukup parah.

Gejala Penyakit TBC
Penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam yang berlangsung lama, tapi tidak terlalu tinggi. Biasanya dirasakan pada malam hari dan disertai keringat. Kadang-kadang serangan demam seperti influenza yang bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah), perasaan tidak enak (malaise), dan lemah.

Agar bisa mengantisipasi berikut gejala-gejalanya:
• Dahak bercampur darah/batuk darah
• Sesak nafas dan rasa nyeri pada dada
• Demam/meriang lebih dari sebulan
• Berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas
• Badan lemah dan lesu
• Nafsu makan menurun dan terjadi penurunan berat badan
• Urine berubah warna menjadi kemerahan atau keruh. Ini merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya

Para tenaga ahli klinis tuberculosis mengatakan cara mudah mengetahui seseorang terkena TBC adalah jika dia berkeringat pada malam hari tanpa penyebab yang jelas, walaupun tidak bisa langsung ditetapkan TBC karena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda. Menurutnya untuk memastikan, tim medis melakukan diagnosis dengan mengadakan pemeriksaan dahak secara mikroskopis langsung dan gambaran radiologis atau foto rotgen.

Pengobatan Penyakit TBC
Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terutama di daerah paru dan dada. Lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratorium untuk dahak dan darah, juga tes tuberculin (mantoux/PPD). Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6 sampai 9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat. Diperlukan ketekunan dan kedisiplinan pasien untuk meminum obat dan kontrol ke dokter agar dapat sembuh total. Apalagi biasanya setelah 2 sampai 3 pekan meminum obat, gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol ke dokter.

Jika pengobatan tidak tuntas, sering kali obat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC menjadi tidak mempan pada kuman TBC (resisten). Akibatnya harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan "keras".

Pengobatan jangka panjang akan menimbulkan dampak efek samping bagi pasien. Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBC adalah nyeri perut, penglihatan dan atau pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi, muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki atau tangan, lemas, sampai mata dan kulit kuning.

Itu sebabnya pada setiap kali kontrol, penting untuk menyampaikan kepada dokter apa efek samping yang timbul, sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Baca juga :

Saturday, August 24, 2013

Mencegah Dini Penyakit Saraf Terjepit

Anda sering mengalami rasa nyeri di bagian tulang belakang, leher, atau pundak? Jangan sepelekan, karena bisa saja itu terjadi karena saraf yang terjepit. Saraf terjepit, atau dalam istilah medis disebut dengan Herniasi Nukleus Pulposus (HNP) merupakan penyakit yang disebabkan karena bantalan lunak di antara ruas-ruas tulang belakang mengalami tekanan dan pecah, sehingga terjadi penyempitan dan terjepitnya urat-urat syaraf yang melalui tulang belakang.

Berbeda dengan banyak penyakit lain, penyakit ini bisa datang kapan saja secara tiba-tiba, karena salah satu penyebabnya adalah akibat kesalahan melakukan gerakan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya mengangkat beban terlalu berat, dan sebagainya. Karena itulah rasa nyeri yang timbul terkadang dianggap sebagai rasa sakit biasa, padahal ada saraf yang terjepit akibatnya bisa sangat fatal, yakni bisa sampai kelumpuhan.

Selain rasa nyeri, sakit, dan ketidaknyamanan, masih ada dampak buruk lain jika salah satu saraf terjepit, yaitu terganggunya kompleksitas dari jaringan saraf. Saraf seseorang terdiri dari jaringan saraf yang berjumlah miliaran, dan tubuh seseorang bisa berfungsi dengan baik karena jaringan saraf tersebut. Tanpa jaringan ini, maka seseorang tidak bisa membedakan suhu panas dan dingin atau rasa senang dan rasa sakit.

Setiap aktivitas dapat berjalan dengan baik jika fungsi dari saraf dan jaringannya tidak terganggu. Jika ada salah satu jaringan yang rusak, maka bisa mempengaruhi seluruh jaringan saraf lain di tubuh. Misalnya jika ada saraf terjepit di tangan seperti carpal tunnel syndrome akan mengakibatkan mati rasa, nyeri, dan kelemahan. Jika kondisi ini diabaikan atau tidak segera diobati, maka jaringan saraf di sekitarnya juga akan terganggu dan otot-otot di tangan serta pergelangan kemungkinan menyusut sehingga mengakibatkan kelemahan akut.

Saraf terjepit dapat menimbulkan sensasi kesemutan, rasa terbakar atau seperti ditusuk-tusuk pada daerah tersebut. Jika kondisi ini terabaikan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf. Kerusakan saraf ini bisa mengakibatkan hilangnya koordinasi fisik dan keseimbangan serta sensitifitas yang ekstrirn pada semua jenis kontak fisik. Karena itulah, sangat penting bagi kita untuk mulai mewaspadai penyakit ini dengan memahami berbagai seluk beluknya.

Penyebab dan Gejala
Penyebab saraf terjepit bisa bermacam-macarn, tapi penyebab paling umum adalah cedera, postur tubuh yang buruk, osteoartritis, stres dari pekerjaan yang berulang, kegiatan olahraga, dan juga obesitas. Jika saraf yang terjepit terjadi dalam waktu singkat, biasanya tidak akan menimbulkan kerusakan permanen dan saraf bisa berfungsi secara normal. Tapi tekanan terus terjadi, dapat menimbulkan sakit kronis dan kerusakan saraf permanen.

HNP sering terjadi pada daerah perbatasan antara ruas tulang belakang yang banyak bergerak dengan ruas tulang belakang yang tidak banyak bergerak. Daerah ini merupakan daerah yang paling banyak mendapatkan beban mekanik sehingga cepat mengalami penuaan dan kehilangan elastisitas. Akibatnya dapat terjadi penonjolan bantalan antar ruas tulang belakang yang menekan/menjepit saraf.

Selain itu, ada faktor-faktor lain yang memudahkan terjadinya proses penuaan, yakni kebiasaan merokok, faktor keturunan/genetik. Ruas tulang belakang yang paling sering terkena adalah ruas leher bawah dan ruas pinggang bawah

Gejala dan pertanda HNP bergantung pada ruas tulang belakang yang terkena dan ringannya penekanan/jepitan yang terjadi. HNP pada ruas leher akan menyebabkan rasa nyeri atau pegal pada leher atau bahu yang menyebar ke lengan. Rasa nyeri pada HNP dapat bertambah saat batuk atau mengejang.

Gejala lain juga meliputi rasa kesemutan atau kebas yang menyebar ke lengan. Pada HNP berat akan ditandai oleh kelumpuhan anggota gerak. Pada tahap awal kelemahan dalam menggenggam, selanjutnya kesulitan mengangkat lengan seperti gerakan menyisisr rambut atau mengancing baju. Pada keadaan yang lebih berat kelumpuhan akan diikuti lengan sisi lain dan kedua tungkai. Gejala lain yang dapat timbul adalah impotensi. HNP pada ruas pinggang akan menimbulkan rasa nyeri pada pinggang yang menyebar ke tungkai, umumnya ke daerah betis. Dalam bahasa awam rasa nyeri tersebut seperti menyetrum. Seperti halnya HNP leher, nyeri pada HNP pinggang juga akan lebih terasa saat batuk.

Gejala lainnya adalah rasa kesemutan, baal/kebas. Pada keadaan yang lebih berat, rasa nyeri akan semakin terasa saat berjalan atau duduk terlalu lama. Kelumpuhan pada HNP pinggang adalah ketidakmampuan berjalan dengan jingkat/jinjit, atau berjalan dengan tumit.

Mencegah Sejak Dini
Mengatasi saraf terjepit disarankan melalui tindakan medis, yaitu operasi. Konsekuensinya tentu saja dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu sebelum mengalami saraf terjepit, jalan terbaik tentu saja dengan melakukan pencegahan sejak dini.

Berbagai cara dapat dilakukan, yang berkaitan dengan gaya hidup. Pola makan misalnya, pilihlah makanan dan rninuman yang sehat terutama untuk kesehatan tulang. Selain itu tentu saja dengan melakukan olahraga secara teratur agar tubuh tetap terjaga kebugarannya, serta istirahat total bila tubuh sudah merasa lelah. Yoga adalah jenis olahraga yang tepat, karena minim risiko cidera tulang belakang.

Dalam beraktifitas, hindari gerakan-gerakan yang dapat mengganggu posisi tulang belakang, seperti posisi duduk yang benar, menghindari mengangkat beban dengan posisi membungkuk karena pusat beban akan tertuju pada tulang belakang. Serta saat dalam keadaan normal, rutinlah melakukan pijatan ringan ke tukang pijat yang memang berpengalaman.

Thursday, November 10, 2011

Is Dangerous Drinking Water from Plastic Pipe?

Is Dangerous Drinking Water from Plastic Pipe?The chemicals contained in plastic has been known to cause some risk of a dangerous disease. In fact, plastic pipe commonly used in water distribution systems in homes. Pipes for drinking water are made ​​of plastic called a cross-linked polyethylene (PEX). Previous international studies have shown that plastic pipe can release substances that cause taste and odor are not desirable in drinking water.

Tuesday, November 8, 2011

Huntington, psychiatric and movement disorders due to heredity

Huntington's diseaseHuntington is a hereditary disease that causes damage to nerve cells in the brain progressively (degeneration). Huntington's disease have a profound effect on a person's functional abilities and usually result in movement disorders, thinking (cognitive) and psychiatric disorders. Most people with Huntington's disease will arise the signs and symptoms in their 40s or 50-something years, but the occurrence of disease may be much earlier or even later in life.

Monday, October 31, 2011

Acute liver failure, Liver Loss of Ability to Function

Acute liver failureAcute liver failure occurs when the liver is rapidly losing the ability to function. Liver failure usually develops slowly over many years. But in cases of acute liver failure, can develop within days. Acute liver failure can lead to many complications, including excessive bleeding and increased pressure in the brain.

Tuesday, October 25, 2011

Health problems of the most embarrassing

Health problems of the most embarrassingEveryone has health problems, both serious problems like cancer, heart disease, or stroke, as well as minor health problems.
But there are some minor health problems that can actually disgrace.
What? Here are 10 health problems that can make people feel embarrassed:

Wednesday, September 28, 2011

Fakta dan Mitos Kanker

Banyak rumor yang beredar tentang penyakit kanker yang sulit dipercaya kebenarannya. Meskipun termasuk sebagai salah satu penyakit yang paling berbahaya, tapi sayangnya ada beberapa kesalahpahaman mengenai penyebab kanker yang beredar di masyarakat sehingga membuat orang semakin ketakutan. Untuk membantu Anda mendapatkan informasi yang tepat, berikut beberapa mitos dan fakta seputar kanker.

Friday, September 23, 2011

Soursop Benefits for Cancer

Soursop Fruit (graviola), besides it tastes good to make juice with the sweet taste of acidity, is also efficacious to cure a dangerous disease that is cancer. Soursop can give the effect of anti-tumor/cancer is very strong, and has been medically proven to cure all types of cancer.

In addition, the soursop fruit can also function as anti-bacterial, anti fungal, effective against many types of parasites/worms, lowers high blood pressure depression, stress and normalize the nervous system that are less good.

Thursday, December 16, 2010

Side effects of drugs that benefit cancer patients

Almost all drugs have side effects and is always regarded as a bad thing. But it turns out there are some side effects of drugs that actually bring good luck.
Several studies have demonstrated a positive side effect of a drug that could provide benefits. For example, U.S. investigators found the side effects of estrogen therapy to cope with menopause may help reduce the risk of breast cancer. Then the viagra medication that was originally used as a heart attack, it can be useful as an impotence drug.


Wednesday, December 15, 2010

Detection of Health through Color Nails

Do you often consider the condition of nails, such as manicure. Changes the natural color of the nail it could be a signal of health in the body.
For that, do not take for granted if the nail color changed suddenly not as usual. Every color that appears to indicate different health problems. Here's the explanation:

Pale nails
With age, nails become paler, and it’s a fact that young people’s nails are much brighter than that of old people. But if you suddenly noticed that your nails have turned white within just a few weeks, then it could indicate problems such as anemia, heart disease or liver disease.

Yellow nails
Here, everything could be harmless, nails become yellowish due to frequent use of red lacquer. Otherwise, it may indicate the presence of fungal infections. But do not panic! Most fungi can be treated quite successfully.

Bluish tinge
Typically, such color indicates a problem with body intake of oxygen. Most often, this is caused by lung disease or diabetes. Truly, this can also be because your hands are cold. But constantly cold hands are also a symptom of many diseases, including diabetes. Therefore, watch out the temperature of your hands.

Small pits on the nails
More often, this is simply the result of minor injuries of the nail, but if such pits become too much, it could be a sign of psoriasis or arthritis.

Cracked and crumbling nails
If the nails peel, break or crack, this can be a very clear indication of thyroid disease. Test for such diseases is done quickly and painlessly, so do not worry, just check it out. And thank your nails they timely notified you.

Thick red cuticle
If the cuticle is red and swollen, it could mean some disorder of the connective tissue. But do not worry ahead of time because such cuticles may be the result of very rough removal of polish from the nail, which led to irritation. Just change your nail polish remover.

Blue-black or reddish-black lines under fingernails
This is a very serious symptom of such diseases as skin cancer or melanoma. You need to urgently see a doctor- find everything about melanoma.

Tuesday, December 14, 2010

Longevity By Drinking Milk Diligent

Often, women avoid drinking milk because of fear of damaging her body shape. However, a study says that people who drink milk diligently to live longer than those without.
Researchers in England found that regular drinking milk more quickly reduce the chance of death from stroke and heart. Diligent drinking milk may reduce the threat of coronary heart disease and stroke by 20%.


Saturday, December 11, 2010

How to choose the right Bottle for Baby

The mother must be very careful in choosing a bottle of milk for the little guy. There are few baby bottle that turned out to contain harmful chemicals and can cause health problems later.
In 2008 American and Canadian researchers found the baby bottles are dangerous because they contain polycarbonate plastic.

These chemicals can be harmful to the reproductive system, nervous and immune systems in the process of child development, such as causing cancer. Also related to health growth and function of organs.

Here are some tips that can be used in choosing a baby bottle that is safe and appropriate:
1. Use silicone nipples
Silicone nipples are clear or brightly colored, not brownish like their latex counterparts. Silicone may be safer than latex because babies may develop a sensitivity or allergy to latex.

Silicone is also less porous than latex, so a silicone nipple may be more resistant to bacteria, according to Consumer Reports. Avoid nipples made of PVC because they can leach pthalates and adipates, which have been linked to reproductive and liver damage in animal studies.

2. Choose glass bottles:
Most plastic baby bottles are made of polycarbonates, usually marked with the plastic recycling. Polycarbonates can leach an endocrine disrupter known as bisphenol A (BPA) into the formula.

A review of 115 published studies investigating the impact of low doses of BPA in lab animals concluded that 94 percent of them found "significant effects" below predicted safe or recommended doses, including alterations to brain chemistry, male and female reproductive functions, and immune systems.

Also reported was the fact that the level of plastic molecules leaching into food and beverage containers-and accumulating in our bodies and even fetal blood-was higher than previously thought, exceeding the level that caused these adverse effects in mice. According to Consumer Reports, babies using the bottles it tested could be exposed to levels of BPA 40 times greater than what was considered safe.

Tip: If you choose to go with plastic, plastics are among the safest of its ilk, and have not been found to leach BPA. Inspect your bottles regularly for scratches that may harbor bacteria, however, to prevent potential contamination.

3. Skip the plastic bottle liners
Ditto. The soft plastic liners may leach toxic chemicals into the formula, especially if you heat them up in the microwave, rather than in a pan of hot water.

4. Use filtered tap water
If your water is fluoridated, use a reverse osmosis filter to remove the fluoride, which the American Dental Association recommends avoiding because babies' developing teeth may be susceptible to enamel fluorosis-a condition characterized by faint white lines or streaks on tooth enamel-if they receive a higher-than-optimal amount of fluoride through reconstituted baby formula.

5. Use powdered formula
BPA can also leach from the linings of metal cans and lids-liquid formulas tend to have higher levels, according to EWG.

Friday, December 10, 2010

Tips for Maintaining Healthy Hair

Hair is a woman's crown. This makes many women spend a lot of money and time to get beautiful hair. Healthy hair is not merely a reflection of your style, but also provides an overview of welfare.
To get healthy hair, then you should have a healthy scalp. Begin to change into a healthy lifestyle such as starting a regular exercise and adequate sleep. Here are tips to keep hair healthy.

1. Dry Hair Thoroughly Before Braving Winter Weather Conditions
Wet hair leads very quickly to frozen hair. Frozen hair leads to breakage and stress. It is important for the health of your hair and your scalp to make sure the ice stays where it should outside, and not in your hair. Blow dry your hair thoroughly to avoid breakage due to freezing, or towel dry and allow to air dry for 30 to 45 minutes before entering freezing temperature. Every hair type dries at a different rate, so run your fingers through your hair to make sure it is evenly dry.

2. Cover Damp Hair to Keep it from Being Exposed to the Elements
Styling products all contain water. Gel, mousse, hairspray and other styling products can and will freeze during the winter months. Be sure to wrap your newly set locks with a stocking cap, hood, or scarf before letting the winter air get to them, and for the best winter protection wait until they dry to go outside.

3. Protect Long Hair by Wearing it up
Keep your long hair from being damaged by whipping in the wind. Utilize clean-swept up-does during the winter to protect your hair from damage.

4. Consider Utilizing a Hat as Fashionable Hair Protection
A hat is a great way to be able to protect your hair and wear an accessory you might not normally wear. Fashion long hair in a low style so that the hat does not have trouble fitting on, and don’t worry about having to check your hair constantly because it is under control.

5. Shampoo Less if you Experience Excessive Breakage
Do you notice hair in the drain during the winter months when you never do while it is warm? Don’t worry; it is common for hair to break off more due to the dry winter months drying out your hair. One way to keep some of the natural oils in your hair during the winter is to wash the hair less. Try washing with shampoo only once a week, and simply rinse and condition regularly.

6. Use Hot Oil to Fight the Effects of the Cold on your Hair
Hot oil treatments are effective conditioners that can help re-hydrate your hair from heating systems and windy conditions. Try a natural hot oil solution like jojoba oil for cold weather hair help.