Showing posts with label Nutrition. Show all posts
Showing posts with label Nutrition. Show all posts

Friday, September 13, 2013

Beberapa tips yang harus diperhatikan agar liver kita sehat

Melanjutkan artikel kami sebelumnya tentang Mengenal Penyakit Liver, Gejala dan Tips Pencegahannya berikut ini adalah tips dalam masa pengobatan atau bisa juga untuk mencegah agar tidak terserang penyakit liver. Beberapa hal yang harus kita perhatikan dan lakukan dari diri kita sendiri dan juga dari lingkungan sekitar kita. Hal-hal tersebut bisa kita lakukan dengan beberapa cara, antara lain:

Menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar kita.
Selalu membiasakan diri dari hal yang paling kecil namun memiliki fungsi dan manfaat yang baik, seperti membiasakan diri untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu dengan menggunakan sabun khusus pembersih tangan (hand soap) agar bakteri dan kuman yang bersarang pada kulit tangan mati. Selain itu teruslah untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal, mulai dari menyediakan tempat pembuangan sampah kecil di dalam rumah, menutup makanan dengan tudung saji, juga menjaga kebersihan kamar kecil (toilet) .

Rajin mengkonsumsi air mineral.
minimal sehari 8-10 gelas. Minumlah air mineral setara dengan 1,5 - 2 liter per hari atau disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan kondisi kesehatan Anda.

Menghindari makanan yang banyak mengandung lemak jenuh dan bahan pengawet.
Lemak memang dibutuhkan oleh tubuh sebagai salah satu sumber energi penting. Namun kebutuhan lemak dalam tubuh tetap harus terkendali dan diseimbangkan dengan kebutuhan gizi dan nutrisi lainnya. Bila tubuh banyak menyimpan dan menimbun lemak maka akan berakibat pada penurunan salah satu fungsi organ tubuh dan mudah terserang penyakit.

Hindari makanan seperti makanan yang banyak menggunakan santan, makanan pedas, makanan yang menggunakan bahan pewarna kimia, dan bahan pengawet makanan biasanya terdapat pada makanan dalam kemasan atau siap saji yang sudah lama pengolahannya.

Banyak mengkonsumsi sayur dan buah.
Buah dan sayur merupakan sumber energi yang mengandung gizi, mineral, zat besi, magnesium, vitamin, dan sumber nutrisi lainnya. Buah yang aman dikonsumsi bagi penderita penyakit liver atau hati seperti buah pepaya, jeruk, pisang, apel, mangga. Dan buah-buahan yang sebaiknya harus dihindari adalah buah nanas, nangka, juga durian. Ketiga buah tersebut mengandung zat yang dapat menyebabkan gangguan pada lambung dan hati.

Menerapkan dan menyeimbangkan nilai gizi yang dibutuhkan tubuh.
Mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan karbohidrat, protein, zat besi dan zat gizi lainnya sangat penting dibutuhkan tubuh. Dengan menyeimbangkan kebutuhan akan gizi dan nutrisi dalam tubuh misalnya ikan, telur, roti, gandum, nasi merah, kacang polong, kacang merah dan sebagainya. Tentunya semua itu harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat.

Olahraga yang teratur.
Disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan Anda, lakukan aktivitas olahraga minimal 2 kali dalam seminggu dengan interval 30 menit hingga 1 jam per session.

Mengkonsumsi suplemen tambahan yang aman.
Tak ada salahnya bila Anda mengkonsumsi suplemen atau vitamin tambahan yang tidak memiliki efek samping apapun sebagai salah satu upaya membantu memperkuat sistem imun atau pertahanan diri dan tubuh dari serangan penyakit. Disarankan mengkonsumsi suplemen herbal yang dipercaya aman, dan memiliki khasiat terpercaya.

Melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih dini dengan dokter terkait.
Jika Anda teridentifikasi terserang penyakit hati, segeralah melakukan konsultasi ke dokter, karena bisa saja Anda terserang penyakit liver yang sudah stadium tinggi.

Nah, itu semua adalah hal-hal yang sering orang lupakan, banyak faktor-faktor yang harus kita perhatikan agar kita tidak terserang penyakit liver ini.

Silahkan Anda ikuti cara hidup diatas, dan dapatkan manfaat yang lebih terlihat dibanding sebelumnya.

Tuesday, August 27, 2013

Atasi Asam Lambung dengan Nutrisi

Banyak orang menganggap remeh penyakit asam lambung. Padahal, jika asam lambung ini naik ke tenggorokan atau kerongkongan akan mengakibatkan kerusakan saluran tenggorokan yang pada gilirannya akan mengakibatkan kanker .

Mengobati asam lambung dengan cara yang sehat tentunya dapat dilakukan dengan memilih nutrisi terbaik dan menjaga kandungan makanan. Makanan-makanan tersebut tak hanya membuat Anda lepas dari kondisi asam lambung, tetapi juga memperoleh gizi cukup, misalnya karbohidrat, protein, vitamin, dan nutrisi lainnya.

Lidah Buaya. Lidah buaya yang berdaging dan menghasilkan cairan putih, sangat baik dipakai sebagai penyembuh luka. Jus lidah buaya bisa dipakai sebagai pengobatan untuk gangguan pencernaan. Lidah buaya juga memiliki kandungan elemen kunci seperti aloin, aloin-emodin, resin, tanin dan polisakarida. Selain itu, lidah buaya juga menawarkan 19 asam amino, 20 mineral, dan 12 vitamin yang penting bagi kesehatan.

Jus lidah buaya juga berfungsi sebagai antimikroba dan menyembuhkan lapisan saluran pencernaan, juga bisa mengurangi peradangan. Disarankan setengah gelas lidah buaya sebelum makan bagi yang sering mengalami refluks asam lambung. Namun efek samping yang harus diwaspadai adalah, jus ini bersifat laksatif atau meningkatkan frekuensi buang air besar.

Pisang. Tidak hanya enak dan banyak gizinya, pisang juga bisa menjadi penawar bagi penderita asam lambung. Buah ini bisa menjadi antasida alami dengan cara melapisi dinding perut dan saluran cerna supaya tidak teriritasi oleh asam lambung. Namun demikian, diingatkan bahwa tidak semua gangguan asam lambung cocok diobati dengan pisang.

Daging tanpa Lemak. Seperti dada ayam tanpa kulit, daging sapi yang ramping, dan ikan. Anda lebih baik memilih makanan ringan ketimbang makanan pedas.

Jahe. Saran yang satu ini harus dicerna dengan sangat hati-hati. Jahe Bermanfaat bagi penderita refluks asam lambung jika dikonsumsi dengan takaran pas. Jika lebih dari 2-4 gram sehari, justru bisa memperburuk nyeri dada akibat asam lambung. Belum banyak penelitian soal manfaat jahe bagi asam lambung, namun pengalaman empiris secara turun temurun telah banyak membuktikannya. Cukup digunakan sebagai bumbu masak pada makanan-makanan yang berisiko meningkatkan asam lambung.

Baking Soda. Salah satu ahli kesehatan dari Harvad Medical School, Jacqueline Wolf, mengatakan baking soda bisa digunakan pada sebagian besar orang dengan nyeri dada karena asam lambung. Sifatnya yang mengandung basa, bisa membantu menetralisir asam. Caranya adalah Mencampurkan setengah hingga 1 sendok teh baking soda ke dalam segelas air. Namun jika asam lambung naik terlalu sering, baking soda atau sodium bikarbonat justru mengandung garam yang menambah rasa mual.

Sayuran yang tak terlalu banyak Mengandung Asam. Seperti kentang panggang, brokoli, kubis, kacang polong, kacang hijau, wortel, dan zucchini. Biji-bijian Khusus. Seperti sereal gandum, oatmeal, dan beras juga aman bagi penderita asam lambung.

Saturday, August 24, 2013

Anjuran dan Pantangan Makanan untuk Penderita TBC

Penderita TBC tidak cukup hanya ditangani dengan pengobatan yang terus menerus tanpa henti. Asupan gizi yang masuk pun harus diperhatikan dengan benar. Karena penderita Tuberculosis (TBC) pada umumnya terkena kekurangan gizi yang berdampak semakin buruk bagi kesehatannya. Untuk itu, penderita harus mengetahui apa saja makanan pantangan dan anjuran untuknya.

Anjuran Bagi Penderita TBC:
  • Makanlah berbagai macam buah segar dan sayuran setiap hari, namun tetap dalam jumlah kalori yang direkomendasikan dokter. Pilih sayuran yang berbeda dari berbagai jenis seperti sayuran hijau tua, sayuran berwarna oranye, dan kacang-kacangan.
  • Kalsium dalam susu sangat penting untuk membangun kesehatan tulang pasien TBC.
  • Jika mengkonsumsi daging, pilihlah daging tanpa lemak atau rendah lemak.
  • Jagalah asupan total lemak dan minyak antara 25-30 persen kalori harian yang ditemukan dalam makanan seperti ikan, kacang-kacangan dan minyak sayur.
  • Makanlah berbagai macam makanan yang kaya protein seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Makanlah makanan kecil sepanjang hari dengan rentang waktu yang singkat. Pastikan agar tubuh mendapat cukup asupan cairan dan garam dalam makanan.
  • Makanan untuk pasien TBC harus sederhana, dipersiapkan dengan baik dan mudah dicerna. Makanan yang lebih berat baru dapat diberikan kepada pasien setelah kondisinya sangat membaik.
Pantangan Bagi Penderita TBC:
  • Gula halus dan gula olahan harus dihindari oleh penderita TBC. Contohnya seperti roti putih, gula putih, sereal, dan makanan manis seperti kue dan puding.
  • Saus yang kaya akan natrium dan gula juga harus dihindari. Sebagai alternatif, penderita bisa menggantinya dengan saus apel atau saus cranberry.
  • Teh kental dan kopi yang mengandung banyak kafein harus dihindari. Hal ini dikarenakan kafein merupakan stimulan TBC. Namun lain halnya dengan teh hijau bebas kafein, karena mengandung antioksidan.
  • Pasien TBC dilarang keras mengkonsumsi alkohol atau minuman beralkohol selama menjalani pengobatan.
  • Hindari acar yang banyak mengandung natrium. Karena asupan natrium pada penderita TBC harus dibatasi, maka acar juga sebaiknya dihindari, beberapa penelitian mengatakan sebanyak 1-2 ons acar mengandung 850 miligram natrium.

Baca juga:
- Mengantisipasi Ancaman Maut TBC